BCR Tingkatkan Kemampuan Self Healing, Bikin Hidup Lebih Berdaya
Di masa kini, “tampil prima” bukan lagi sebatas keinginan namun juga kebutuhan. Tak heran jika pusat kebugaran, klinik kecantikan, pusat terapi kesehatan makin menjamur. Begitu pula produk-produk kosmetik, yang seiring dengan perkembangan teknologi, makin banyak pilihan dengan tingkat keberhasilan yang makin tinggi. Tentu saja tidak ada yang salah dengan keinginan dan atau kebutuhan untuk tampil prima, baik sekadar penampilan fisik, terlebih jika itu sebagai bagian dari produktivitas. Sayangnya, acapkali stres menjadi penghambat proses orang dapat menjalani hidup yang sehat dan berkualitas.
Tubuh Memiliki Kemampuan Self Healing
Sebetulnya, tubuh manusia itu diciptakan sempurna. Mulai dari unsur kimia, sistem organ tubuh, dan otot serta kulit yang melindungi. Masing-masing bekerja sama secara harmonis. Tubuh manusia menyerupai miniatur alam, yang memiliki unsur air, karbon, hidrogen, nitrogen, dan oksigen.
Tubuh juga diciptakan secara alami memperbaiki diri secara alami, melalui berbagai cara di antaranya dengan tidur atau istirahat yang cukup, olahraga teratur, dan secara sadar memproduksi hormon endorfin.
Saat tidur, tubuh manusia mengeluarkan protein yang berfungsi melawan infeksi. Bagi orang dewasa disarankan untuk tidur 7 hingga 9 jam per hari, sedangkan untuk anak-anak dan remaja 8 hingga 11 jam per hari.
Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan berolahraga, peredaran sel darah putih berjalan lebih lancar sehingga tubuh proses deteksi penyakit pun dapat berlangsung lebih cepat.
Hormon endorfin merupakan zat kimia yang dihasilkan secara alami oleh tubuh yang memiliki fungsi sebagai penghilang rasa sakit alami. Ia juga bertanggung jawab atas sensasi rasa senang karena pengalaman atau pasca melakukan aktivitas tertentu. Energi positif yang dihadirkan oleh hormon endorfin ini penting bagi kesehatan fisik maupun mental seseorang.
Seiring pertambahan usia, terjadi proses penurunan fungsi tubuh. Faktanya, di masa kini, proses itu datang lebih cepat. Kulit rusak dan terkena diabetes, hipertensi, autoimun, serta penyakit degeneratif kronis lainnya. Padahal tubuh dilengkapi dengan sistem imun yang demikian baik Ada kelenjar limfatik, timus, limpa, sel darah putih, yang bertugas sebagai tentara kesehatan.
Selain itu tubuh manusia memiliki stem cell yang tidak pernah hilang. Ada satu persen stem cell di peredaran darah. Stem cell itu secara alami dapat memperbaiki atau menggantikan jaringan tubuh yang rusak, mengobati aneka penyakit, dan meremajakan kulit. Mengapa?
Tak lain adalah stres yang tak tertangani dengan baik.
Stres sebagai Biang Keladi
“Stres bukan semata gangguan mental, emosi, feeling, dan pola pikir. Namun, ia memiliki daya rusak yang jauh lebih besar dari itu. Saat mengalami stres, sistem imunitas kita terganggu dan mudah sakit. Yang tadinya kekhawatiran malah terjadi. Takut sakit akibat terkena hujan, jadilah terpapar flu. Takut ketularan sakit orang lain, jadilah tertular,” kata founder BCR, dr. Dhavid Avandijaya Wartono.
Satu hal yang tak disangka, menurut dr. Dhavid adalah bahwa stres juga mematikan kemampuan self healing, atau kemampuan badan untuk menyembuhkan diri sendiri. Padahal dalam setiap kondisi dan aktivitas kita, selalu ada sel yang rusak.
“Organ kita itu bukan anti gores. Saat sakit, olahraga, mengalami kecelakaan, atau kondisi lainnya, ada sel dalam tubuh yang rusak dan membutuhkan perbaikan. Maka tubuh membutuhkan makanan sehat, suplemen, healthy mindset.”
Lebih lanjut owner Klinik Utama Lineation ini mengatakan, ketika mindset bagus, kemampuan self healing berfungsi dengan baik. Tubuh akan lebih sehat, tidak gampang sakit. Pilihan makanan akan cenderung ke makanan sehat, bukan junk food. Pikiran pun akan memilih hal-hal yang positif, sugestif, dan bermanfaat. Tidak terjebak di asumsi, kompetisi, judgemental, nyinyir, gibah, yang mengganggu ke sistem pertahanan tubuh.
Saat mengalami stres, gelombang otak akan jatuh di simpatis. Stuck di alfa dan beta. Sistem saraf stuck di simpatis, tidak mampu bergeser di parasimpatis dan turun ke teta. Padahal semua kemampuan self healing, self regenerating, dan self rejuvenating ada di teta state, gelombang otak, dan di parasimpatis.
Kondisi yang tidak balance itu akan menyebabkan gangguan:
- istirahat
- pencernaan
- tidur
Berikutnya akan segera menyusul turunnya daya tahan tubuh, gampang mengalami sakit, tensi mudah naik, dan lain-lain.
Dalam bidang anti aging medicine, mental selalu dinomorsatukan. Karena adalah tidak mungkin menyehatkan badan, membuat awet muda dan awet sehat, jika mental tidak ceria. Saat mengalami bad mood, moody, depresi, cemas, badan secara alamiah tidak bisa melakukan self healing.
Maka, penting untuk mulai menata kesehatan mental. Begitu mental lebih sehat, konsumsi good food, tubuh bisa leluasa melakukan restorasi dan self healing. Tubuh kembali bagus sehat. Badan kita ini unik, bisa sembuh dari sakit apa pun selama tidak dihalangi oleh kinerja stres. Saran saya, belajarlah modalitas apa pun, agar tidak stres, dan bisa meningkatkan kemampuan self healing.
BCR sebagai Sarana Aktifkan Self Healing
Body Communication Resonance (BCR) merupakan modalitas introspeksi diri. Modalitas ini, menurut dr. Dhavid bisa dimiliki oleh semua orang yang ingin membebaskan diri dari stagnasi energi dalam tubuh akibat stres, trauma, dan aneka emosi negatif yang dibiarkan menumpuk. Melalui pengaktifan simpul energi baik meridian, cakra, maupun elemen tubuh, kita dimampukan untuk mengembangkan kemampuan self healing. Tubuh yang pulih dapat dengan lebih mudah membuka diri terhadap frekuensi yang lebih tinggi sehingga memungkinkan kita menciptakan kehidupan yang lebih selaras, produktif, dan bermakna.
Lalu, bagaimana caranya untuk mempelajari BCR?
Dalam waktu dekat, 14-17 April 2025, akan dilangsungkan kelas BCR di Jakarta. Informasi dan pendaftaran bisa menghubungi Tim BCR (link: https://bit.ly/accessdrdhavid). Temukan aneka artikel tentang BCR serta agenda kelas berikutnya di situs Body Communication Resonance (link: https://bit.ly/bcrdrdhavid).


