Fenomena pretending kesadaran itu real.

Fenomena pretending kesadaran itu real.

fenomena ini sangat nyata dan sebenarnya cukup bisa dijelaskan dari berbagai sudut: psikologi, neurobiologi, dan kesadaran. Orang bisa terlihat “memilih sadar”, terlihat bahagia, bahkan merasa bahagia — tapi sebenarnya masih berputar di tempat yang sama.

Ini bukan karena mereka bohong. Tapi karena ada beberapa lapisan di dalam diri manusia.

1️⃣ Otak manusia didesain untuk menghindari rasa sakit (bukan mencari kebenaran)
Secara biologis, otak lebih memilih:

  • merasa aman
  • merasa nyaman
  • merasa

    “baik-baik saja”

daripada:

  • menghadapi luka lama
  • melihat realita yang menyakitkan
  • mengakui bahwa ada yang belum selesai
  • Jadi ketika seseorang mulai mendekati kesadaran, sistem pertahanan langsung aktif.

Bentuknya:

  • positive thinking berlebihan
  • spiritual bypass
  • pura-pura kuat
  • pura-pura bahagia
  • Dan menariknya… mereka benar-benar bisa merasa lebih baik sementara.
    Karena dopamin naik.

2️⃣ “Temporary happy” itu real secara kimia
Saat seseorang:

  • ikut kelas healing
  • meditasi
  • afirmasi
  • ngobrol tentang kesadaran
  • merasa

    “aku sudah berubah”

Tubuh mengeluarkan:

  • dopamin
  • serotonin
  • endorphin

Efeknya:

  • ringan
  • lega
  • optimis
  • damai
  • Tapi ini bukan transformasi.
  • Ini state shift.

Jadi rasanya:
> seperti naik ke permukaan… tapi belum menyelam ke akar.
Makanya setelah beberapa waktu:

  • balik lagi
  • looping lagi
  • trigger lagi

3️⃣ Identitas lama tidak mau mati

Ini bagian terdalam.
Banyak orang tidak sadar bahwa mereka:
Ketagihan pada identitas lamanya.
Contoh identitas bawah sadar:

“aku korban”
“aku harus kuat”
“aku orang yang tersakiti”
“aku tidak cukup”
“aku yang selalu berjuang”

Kalau identitas ini hilang, muncul rasa kosong.
Dan otak takut kosong.
Jadi walaupun mereka ingin berubah, bagian bawah sadar akan menarik kembali ke pola lama.

4️⃣ Freeze mode = terlihat tenang, tapi sebenarnya stuck
Orang yang lama hidup dalam stress sering masuk mode:

  • freeze
  • numb
  • flat
  • Dari luar terlihat:
  • kalem
  • damai
  • Santai
  • slow

Tapi sebenarnya:

  • energinya tidak mengalir
  • emosinya tidak diproses
  • hidupnya tidak bergerak
  • Ini sering disalahartikan sebagai

    “sudah sadar”.

Padahal: itu survival mode yang halus.

5️⃣ Spiritual bypass (ini yang paling sering terjadi)
Orang memakai konsep kesadaran untuk menghindari rasa sakit.

Contoh:

“aku sudah ikhlas kok”
“aku sudah memaafkan”
“aku tidak mau mikir negatif”
“semua sudah selesai”

Padahal: emosinya masih ada di tubuh.
Jadi yang berubah: cara bicara
Yang belum berubah: isi dalamnya

6️⃣ Kenapa mereka merasa benar-benar happy?
Karena ada 3 jenis bahagia:

  1. Bahagia karena distraksi → nonton, ngobrol, ikut kegiatan
  2. Bahagia karena harapan → merasa sedang menuju perubahan
  3. Bahagia karena regulasi saraf sementara → napas, meditasi, healing session
  4. bahagia krn modalitas baru eksperience baru --> excitement

Semua ini valid.
Tapi belum tentu berarti: akar sudah sembuh.

7️⃣ Loop terjadi karena energi lama belum selesai diproses.
Trauma & emosi lama itu tersimpan di:

  • tubuh
  • sistem saraf
  • memori implisit

Selama belum diproses: hidup akan mengulang pola yang sama dengan wajah berbeda.
Itu sebabnya terlihat seperti:

  • maju sedikit
  • balik lagi
  • maju lagi
  • jatuh lagi
  • maju lagi ambil kelas lagi tp ga latihan

8️⃣ Dalam bahasa kesadaran:
Mereka belum benar-benar memilih berubah.
Mereka baru memilih merasa lebih enak.
Dan itu beda.

  • Merasa enak = state
  • Berubah = identitas

9️⃣ Tanda orang benar-benar keluar dari loop
Bukan dari:

  • kata-katanya
  • ekspresinya
  • vibe-nya

Tapi dari:

  • reaksi terhadap trigger berubah
  • keputusan hidup berubah
  • relasi berubah
  • pola lama berhenti muncul
  • Transformasi sejati itu pelan. Dan kadang tidak terlihat “happy”.

Justru sering:

  • lebih jujur
  • lebih diam
  • lebih grounded
  • Lebih terlibat
  • Lebih terkoneksi

1️⃣0️⃣ Perspektif yang lebih dalam.
Dalam banyak kasus yang dapat di temui di kelas/ sesi:
Yang terjadi bukan pura-pura, walaupun energynya pretending
Tapi: tubuh belum merasa aman untuk benar-benar lepas. Sehingga mereka memilih another flight dan ganti dr emotion trauma ke body trauma (feed) yg lebih menyenangkan.

Jadi mereka:

  • mencicipi lega dan kembali menutup.
  • mencicipi lega dan kembali menutup.

Atau

  • mencicipi lega dan mengganti emotion trauma dgn mekanisme survival trauma lain ke feed atau fornicate atau flock
  • mencicipi lega dan mengganti emotion trauma dgn mekanisme survival trauma lain ke feed atau fornicate atau flock.

Ini mekanisme proteksi. Ini masi lingkaran 8F Bukan kegagalan. Bukan kemunduran. Tp belum selesai. New program belum terasimilasi dgn baik.
Baca info survival 8F
https://bodycommunicationresonance.co.id/memahami-trauma-response/

 

1️⃣1️⃣ Kalimat paling sederhana untuk menjelaskan fenomena ini
Orang sering tidak benar-benar mencari kesadaran. Mereka baru mencari kelegaan dari rasa sakit.
Dan itu manusiawi.

Fenomena ini sering muncul saat: tubuh mulai membuka tapi belum siap melepas identitas lama.

Jadi orang berada di fase:

“antara sembuh dan belum mau kehilangan diri lamanya.”

Its pretending energy, masi doing. Sementara target kita adalah being. Its being, menjadi identitas baru.
Assimilation into live it self.

Bentuk flight itu bisa macam2

  1. Kabur2an di kelas.
  2. Gonta ganti healing modalities dan ga ada 1pun yg mahir.
  3. Menyibukkan diri dgn berbagai kesibukan

Bentuk flock jg bs lucu2

  1. Bikin Geng geng rumpi lah, genk paranormal lah, genk kopi lah, genk cenayang lah
  2. Bikin genk latihan lah
  3. Kumpul2 tp ga bermanfaat hanya ngobrol happy2 hura hura gosip2
    Jd bukan beneran ngumpul mau latihan/berkarya/ menghasilkan. Tp ngumpul mau ketemuan ngobrol curcol atau hanya biar ga kesepian aja.

Bentuk Feed jg bs lucu2

  1. Menggemuk dgn alasan happy, ni banyak di pernikahan dan praktisi.
  2. craving manis
  3. craving jajan snack
  4. craving alkohol
  5. selalu lapar blaming entities

Pahami progress healing ini. Agar ga nyasar dikira uda beres ternyata belum dan looping kembali ke awal pdhl uda 50% jalan. Jd kl uda merasa happy jgn stop maju terus gali lbh dalam dgn saeb dan unfreeze 30x

Healing crisis muncul itu good sign dan ga ada yg enak. Krn akan mengulangi eksperience trauma tp kali ini km waras, sadar, dan pimpin utk release, Iklas, lepasin agar healing tuntas.

secara progress:
unconscious --> belief --> Doing --> Being

ketika mencapai belief n doing jangan keburu happy dan stop, itu br lega, itu belum capai total healing (being) , biasa nya healing crisis nya juga dangkal dan deep trauma, kl stop di posisi belief atau doing pasti akan looping, maju terus sampe BEING.

Kl tuntas ga ada looping lagi. Yuk Jgn stop berlatih maju terus sampe being yah.
Pilih mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Follow by Email
Facebook
Instagram
Telegram